Tiga Wanita Dalam Sastra, Peluncuran Buku FLP Lubuklinggau dan Pelantikan Pengurus FLP periode 2013-2015



Selayaknya organisasi yang selalu membutuhkan regenerasi, maka setelah berakhir dua tahun masa kepengurusan FLP Lubuklinggau periode 2011-2013, kami kembali melakukan pelantikan bagi kepengurusan yang baru. Momen ini ternyata (kebetulan) bertepatan dengan akan dilaunchingnya buku-buku karya dari pengurus FLP Lubuklinggau. Oleh karena itu, kami menyengajakan untuk melaksanakan kegiatan ini dalam waktu yang serentak. Yaitu pada tanggal 5 Juni 2013, bertempat di Aula Perpustakaan Daerah Kota Lubuklinggau.


Adapun buku-buku yang akan dilaunching terdiri dari tiga buku, antara lain: ”Bukan Pinang Dibelah Cinta”—Elida Nurhabibah, ”Titipan Cinta Sebelum Pergi”—Mayang Sari, dan ”Atas Nama Segala Cinta”—RD Kedum. ”Tiga Wanita Dalam Sastra” mencoba merefleksikan kekuatan wanita dalam kesustraan, para penulis buku ini mewakili jenis karya sastra masing-masing. Elida Nurhabibah mewakili cerpen, Mayang Sari mewakili novel, dan RD Kedum mewakili puisi. Tentu saja, kami, sebagai pengurus FLP Lubuklinggau sangat bangga dengan prestasi yang sudah ditorehkan oleh para punggawa FLP Lubuklinggau ini.


Siang itu, pukul 02.00 WIB, cuaca mendung. Hal ini sangat berpengaruh kepada jalannya acara karena sehari sebelumnya, saat geladi resik, sinar matahari menembus ruangan aula yang memang berdindingkan kaca. Belum lagi sinar itu akan mengganggu tampilan slide show (menggunakan proyektor dan layar tembak; tempat strategis untuk layar adalah berdekatan dengan dinding kaca) yang dipersiapkan panitia. Jadi, adalah berkah bagi kami pengurus, tepat pada hari pelaksanaan dengan cuaca yang mendukung jalannya acara.

Kedatangan Gol A Gong adalah berkah tersendiri bagi kami. Tentu kita sudah mengenal penulis nasional ini, beliau, sepanjang karir kepenulisannya selama puluhan tahun telah memiliki 120 buku sendiri. Karya-karyanya sering difilmkan dan beliau juga pernah bekerja di RCTI. Saat ini beliau mengelola Rumah Dunia, sebuah ”basecamp”-nya para seniman di Serang, Banten. Beliau pun bersedia melantik kami, para pengurus baru FLP Lubuklinggau periode 2013-2015.



Acara berlangsung khidmat dan seru pada penghujungnya. Dibuka oleh MC (Ikbal), pembukaan disampaikan oleh ketua panitia (Ririn Oktarina). Selanjutnya disusul dengan prosesi pantikan pengurus baru. Beberapa nama ditunjuk menjadi koordinator utama antara lain: Berry Budiman (Ketua), Rudy Saputra (Sekretaris), Septi Wahyuni (Bendahara), M. Ikbal (Divisi Humas), Ali Hanafiyah (Divisi Pengkaderan), Riza Meliana Oktaria (Divisi Kearsipan), Leli Nur Indah Sari (Divisi Kekaryaan), Aziz Munajar (Divisi Publikasi), dan Ririn Oktarina (Divisi Bisinis).

Setelah prosesi selesai, tibalah waktunya kata sambutan-kata sambutan yang diisi oleh Elida Nurhabibah (Ketua FLP Sebelumnya), Berry Budiman (Ketua FLP), dan Gol A Gong (Sebagai Dewan Penulis FLP Pusat, sekaligus membuka acara).
Seperti yang kami perkirakan, kehadiran Bang (begitu ia kami sapa) Gol A Gong menjadi magnet tersendiri bagi acara tersebut. Pembawaan beliau yang bersahaja membuat para peserta menyimak dengan takzim apa-apa yang disampaikan beliau. Berikut adalah kutipan dari kata-kata beliau yang membuat para penulis sedikit bermerah muda pipinya, hehe: ”Jika ingin menjadi penulis maka belilah buku, itu adalah cara kita dalam menunjukkan keseriusan dalam menulis, jika ingin lebih instan maka nikahilah para penulis.” Pernyataan ini cukup membuat riuh suasana dan menonjok hati para penulis yang masih jomblo (curcol.com). Ada sebuah kuis menarik yang dilakukan Bang Gol A Gong, ia menghadiahkan bukunya (saat itu juga sudah kami pajang bersama buku-buku karya FLP yang dijual) yaitu ”Membaca Diri”-sebuah kumpulan puisi dan ”Gong Traveling”-sebuah catatan perjalanan beliau keliling Asia.



Para peserta yang hadir cukup beragam, dari MAN 1 (Model), SMA 5, Al-Ikhlas, Mafaza, STKIP dan umum juga banyak yang menghadiri. Usianya pun beragam, ada yang usia SMP hingga guru pun ada yang menghadiri. Keceriaan acara tidak lupa didokumentasikan oleh tim pantia yang, mendadak, menjadi fotografer pada hari itu (Andri, di FB namanya Ucin Andri; apa arti Ucin itu, hanya dia dan Tuhan yang tahu)

Tak lengkap jika tak ada pembacaan puisi pada perhelatan sastra ini, tapi tentu akan unik jika ada pentas Stand Up Comedy bukan? Ya, salah seorang pengurus FLP ternyata memiliki bakat tersembunyi (bukan bakat dibalik bajunya ya). Edo Candra, selain pengurus FLP ia juga admin di grup Penulis Muda Indonesia bersama Berry Budiman (ikut-ikutan ni), membawakan stand up yang bermaterikan sastra. Penampilan Edo cukup memberikan atmosfer baru dalam acara kali ini, karena (menurutku) stand up masih sangat langka di Lubuklinggau. Sementara untuk pembacaan puisi dibawakan oleh jawara-jawara puisi dari FLP Lubuklinggau yaitu Sari Chasanah Citra dan Robiah Al Adawiyah yang biasa dipanggil ”Aad”.


Acara selanjutnya adalah talkshow ”Tiga Wanita Dalam Sastra” yang dimoderatori oleh Nurul Hasanah, dia ini penyiar di Papeja lho, pasti kalian pada tahu, hehehe. Ketiga penulis dipanggil satu-per satu untuk diajak berdialog tentang seluk beluk kepenulisan mereka. Diharapkan, dialog ini nanti mampu memberikan motivasi dan inspirasi bagi para peserta. Selanjutnya tidak lupa ada sesi tanya jawab dari peserta kepada para penulis. Sebenarnya acara ini terasa tidak lengkap karena ketidakhadiran RD Kedum, beliau sedang menyelesaikan disertasinya di Jakarta. Oleh karena itu, pembicara digantikan oleh Nyimas Jamilah (Umi-nya anak-anak FLP), beliau adalah pengajar di SMA Al-Ikhlas dan seorang penggiat puisi. Umi sempat membacakan puisi RD Kedum yang membuat suasana sedikit tegang dengan pembawaannya yang cetar membahana.

Cerita berlanjut dengan kemeriahan-kemeriahan selanjutnya. Jadi, sebelum melaksanakan acara ini, kami sempat mengadakan lomba resensi buku (karya dari Elida Nurhabibah dan Mayang Sari). Sebelum itu, ada sedikit permainan dari Al Ihsan Maulana (alias Ujang) yang bagi-bagi hadiah kepada sepuluh peserta acara.

Adapun pengaunegarahan terdiri dari: Tiga nominasi resensor terbaik buku ”Bukan Pinang Dibelah Cinta, Tiga nominasi resensor terbaik buku ”Titipan Cinta Sebelum Pergi” kedua-dua pemenang utama resensor ini diraih oleh Ibu-ibu Guru dari MAN 1 (Model) Lubuklinggau. Luar biasa, pantas anak-anaknya pada pinter ya, Bu, hehe. Nama-nama pemenang resensi lainnya adalah: Edo Candra, Leli Nur Indah Sari, dan Riza Meliana Oktaria. Anugerah selanjutnya diberikan kepada FLP Muda paling berdedikasi yang diraih oleh Engga Fifitri (MAN 1) dan Penulis Muda terbaik FLP kepada Dyah Palupi (Lagi-lagi, MAN 1).



Kami mengucap syukur atas terselenggaranya acara ini. Kepada pihak Perpustakaan Daerah Kota Lubuklinggau yang sangat membatu kami dengan menyediakan tempat dan fasilitas-fasilitas acara. Atas nama FLP Lubuklinggau kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kepada para panitia yang sudah mempersiapkan acara dengan baik: Ucok, Feri, Andri, Ikbal, Ujang, Septi, dan seluruh anggota dan pengurus FLP yang tidak cukup saya sebutkan satu per satu.







Terima kasih teman-teman.
Salam FLP Lubuklinggau.

By: Leli Nur Indah Sari dan Berry Budiman.

2 komentar:

Edo Silver mengatakan...

Blognya buat lebih keren lagi dong.
Biar lebih asyik bacanya.

Onni Ramadhan Alfarisyi mengatakan...

pasti lebih asyik bacanya kalau tampilannya bagus

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Quote

“...berbuat yang terbaik pada titik di mana aku berdiri, itulah sesungguhnya sikap yang realistis.”
Andrea Hirata
“Biarkan orang lain menjalani kehidupan yang kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain memperdebatkan soal-soal kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain menangisik kepedihan-kepedihan kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain menyerahkan masa depan mereka kepada orang lain, tetapi kamu jangan!”
Habiburrahman El Shirazy
“Man jadda wajada
Siapa yang bersungguh - sungguh, akan berhasil”
Ahmad Fuadi

Pengikut