Momen Perdana Kelas Menulis Lubuklinggau: Melejitkan potensi menulis



”Buku adalah gudang ilmu, membaca adalah kuncinya sedangkan menulis adalah upaya untuk mengikatnya.”

Setelah sukses dengan sederetan agenda barunya, seperti acara “Tiga Wanita Dalam Sastra”, “Puisi Membaca Diri Bersama Gol A Gong”, FLP Lubuklingau kembali bergema. FLP Lubuklinggau sedang bergiat mempersiapkan agenda besarnya pada “Anugerah Cerpen Silampari 2013” bersama Linggau Pos dan selanjutnya Kelas Menulis. “Kelas menulis”, merupakan agenda terbaru FLP Lubuklingau dalam upaya melejitkan potensi menulis masyarakat kota Lubuklinggau. Kelas menulis tentu saja tidak asing bagi anggota internal FLP namun yang istimewa kali ini, untuk pertama kalinya di kota sebiduk semare, diadakan kelas menulis yang terbuka untuk umum.

Setelah berkoordinasi dengan pihak perpustakaan kota Lubuklinggau mengenai tempat pelaksanaan dan mendapatkan respon sangat positif, akhirnya diputuskan tempat pelaksanaannya di Perpustakaan Kota Lubuklinggau. Ibu Saleha, selaku kepala perpustakaan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Tentu saja menulis berkaitan erat dengan membaca dan perpustakaan merupakan lokasi yang sangat kondusif untuk dijadiakan tempat pelatihan menulis.


Kamis, 20 Juni 2013 pukul 14.00 WIB, momen perdana Kelas Menulis Lubuklinggau resmi digelar. Perpustakaan Kota Lubuklinggau, sebagai tempat pelaksanaan memiliki susana yang nyaman dan menyenangkan. Harapan kami, diselenggarakannya kegiatan ini dapat menumbuhkan minat menulis bagi warga kota Lubuklinggau, khususnya para pemuda. Acara ini diusung bersama oleh FLP Lubuklinggau, Perpustakaan Kota Lubuklinggau, dan Benny Institute. Dan dibimbing langsung oleh penulis nasional asal Lubuklinggau, Benny Arnas.


Sebagian besar anggota Kelas Menulis merupakan anggota FLP, namun begitu, kegiatan ini juga boleh diikuti oleh masyarakat umum. Syaratnya sederhana, peserta hanya berkontribusi sebesar Rp5000 untuk tiap pertemuan yang insya Allah akan dilaksanakan rutin setiap hari Kamis mulai pukul 14.00 WIB. Bagi calon peserta yang berminat dapat langsung mengunjungi perpustakaan kota Lubuklinggau pada hari kamis jam 13.30 WIB sebelum acara dimulai dan langsung menghubungi panitia di lantai 3 perpustakaan kota Lubuklinggau. Atau, silakan hubungi panitia pelaksana untuk keterangan lebih lanjut kepada Berry Budiman (087898076513).


Berry budiman selaku ketua FLP Lubuklinggau, optimis bahwa kegiatan menulis ini akan berhasil menarik minat masyarakat Lubuklinggau untuk turut serta bergabung pada kelas menulis ini. Kedepannya, kami berniat untuk menerbitkan buku antologi—bisa itu berbentuk cerpen, puisi, dan artikel—dari peserta Kelas Menulis ini.


Banyak hal yang bisa didapat dari kegiatan menulis. Menulis dapat diibaratkan terapi jiwa yang jika ditekuni telah terbukti berhasil menghasilkan pundi-pundi rezeki. Banyak penulis yang hanya menulis ketika waktu tertentu, berdasarkan mood. Oleh karena itu, dengan berkumpul dengan satu komunitas yang satu visi, diharapkan dapat memberikan energi ekstra. Apalagi jika berkesempatan menimba ilmu dari ”penulis” langsung.

Semangat menulis sering kali pasang surut, oleh karena itu diperlukan sebuah wahana untuk menampung apresiasi kepenulisan. “Jika dianalogikan, saya hanyalah percikan api yang berusaha untuk membakar kayu-kayu kering. Usaha saya tentu tidak tanpa hambatan, akan ada angin dan air yang mampu memadamkan api yang menjalar. Selama kalian menyimpan kemalasan dan sikap menunda-nunda maka itulah yang menjelma angin dan air.”, demikian ujar Benny Arnas disela-sela prosesi pelatihan. 

So, buat kamu-kamu yang mau memompa semangat menulis, menambah jaringan pertemanan, sekaligus menimbah ilmu menulis langsung dari penulis Nasional yang bahkan karya-karyanya sudah berhasil menembus media internasional, join us to this group!!!

Ditulis oleh Leli Nur Indah Sari (Divisi Kekaryaan)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Quote

“...berbuat yang terbaik pada titik di mana aku berdiri, itulah sesungguhnya sikap yang realistis.”
Andrea Hirata
“Biarkan orang lain menjalani kehidupan yang kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain memperdebatkan soal-soal kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain menangisik kepedihan-kepedihan kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain menyerahkan masa depan mereka kepada orang lain, tetapi kamu jangan!”
Habiburrahman El Shirazy
“Man jadda wajada
Siapa yang bersungguh - sungguh, akan berhasil”
Ahmad Fuadi

Pengikut